Selasa, 12 Mei 2026 Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dilaporkan mengalami pelemahan dan menembus angka lebih dari Rp17.500 per dolar AS pada hari ini. Kondisi tersebut menjadi perhatian berbagai sektor, termasuk sektor perikanan yang memiliki keterkaitan dengan kebutuhan bahan baku, pakan, peralatan, serta distribusi usaha yang dipengaruhi oleh fluktuasi ekonomi global.
Menanggapi kondisi tersebut, Dinas Perikanan Kota Dumai mengimbau para pelaku usaha perikanan, nelayan, pembudidaya ikan, serta pengolah hasil perikanan untuk tetap tenang dan melakukan langkah antisipatif dalam pengelolaan usaha.
Kepala Dinas Perikanan Kota Dumai, H. Afrilagan, S.H., M.Si, menyampaikan bahwa situasi ekonomi global perlu disikapi secara bijak dengan memperkuat ketahanan sektor perikanan daerah.
“Pelemahan nilai tukar rupiah tentu memberikan tantangan bagi berbagai sektor, termasuk perikanan. Namun demikian, kami mengimbau para pelaku usaha untuk tetap optimis, melakukan efisiensi, serta memanfaatkan potensi sumber daya lokal agar aktivitas usaha tetap berjalan dengan baik,” ujarnya.
Beliau juga menambahkan bahwa penguatan produk lokal dan peningkatan produktivitas menjadi langkah penting dalam menghadapi dinamika ekonomi saat ini.
“Sektor perikanan memiliki potensi besar untuk terus berkembang apabila didukung dengan inovasi, penguatan produksi lokal, dan kerja sama yang baik antar pelaku usaha maupun pemerintah,” tambahnya.
Dinas Perikanan Kota Dumai terus berkomitmen melakukan pembinaan dan pendampingan kepada masyarakat perikanan agar tetap mampu beradaptasi menghadapi tantangan ekonomi serta menjaga stabilitas produksi dan distribusi hasil perikanan di daerah.
Masyarakat juga diimbau untuk tetap bijak dalam menyikapi informasi ekonomi dan terus mendukung penggunaan produk lokal sebagai bagian dari upaya memperkuat perekonomian daerah dan nasional.






