Dinas Perikanan Kota Dumai melaksanakan kegiatan pembinaan kepada pengusaha muda di Kelurahan Mundam, Kecamatan Medang Kampai, dalam rangka pengembangan budidaya ikan nila menggunakan sistem bioflok. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kapasitas dan pemberdayaan masyarakat, khususnya generasi muda, dalam sektor perikanan budidaya.
Dalam pembinaan tersebut, disampaikan berbagai aspek teknis budidaya mulai dari manajemen kolam, pemberian pakan, pengelolaan kualitas air, hingga strategi pemasaran hasil panen. Budidaya ikan nila dengan sistem bioflok yang diterapkan menunjukkan hasil yang sangat baik, dengan tingkat kelangsungan hidup (Survival Rate/SR) mencapai 95% serta masa panen yang relatif singkat, yaitu sekitar 4 bulan.
Dari sisi ekonomi, hasil produksi memiliki nilai jual yang cukup kompetitif, dengan harga pasar mencapai Rp38.000/kg untuk wilayah Kota Dumai hingga Kabupaten Bengkalis (Duri). Selain itu, produk yang dihasilkan memiliki keunggulan berupa jenis Nila Kekar, dengan karakteristik daging tebal, tidak berbau tanah, serta tetap segar, sehingga diminati oleh konsumen.
Kepala Dinas Perikanan Kota Dumai, H. Afrilagan, S.H., M.Si, menyampaikan bahwa budidaya ikan nila sistem bioflok memiliki prospek yang sangat baik untuk dikembangkan.
“Budidaya ikan nila dengan sistem bioflok ini merupakan salah satu peluang usaha yang menjanjikan, terutama bagi generasi muda. Dengan tingkat keberhasilan yang tinggi serta kualitas hasil yang baik, kami berharap kegiatan ini dapat terus dikembangkan oleh kelompok masyarakat sebagai bagian dari prioritas pembangunan Kota Dumai Tahun 2026,” ujarnya.
Dinas Perikanan Kota Dumai berkomitmen untuk terus memberikan pendampingan dan pembinaan kepada masyarakat dalam mengembangkan usaha perikanan budidaya yang produktif, inovatif, dan berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan semakin banyak masyarakat, khususnya pengusaha muda, yang tertarik untuk mengembangkan usaha budidaya ikan sebagai sumber pendapatan sekaligus mendukung ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi daerah.






