DETAIL BERITA

image

Menyapa Nelayan, Mendengarkan Suara Mereka — Survey NTN Dan NTPi Di Kota Dumai

Dumai – Langit cerah menaungi pesisir Dumai saat tim Dinas Perikanan Kota Dumai menyusuri perkampungan nelayan di Kelurahan Purnama dan Kelurahan Pelintung. Hari itu, suara mesin kapal, bau jaring basah, dan semangat para nelayan menjadi latar dari sebuah misi penting: Survey Kuesioner Nilai Tukar Nelayan (NTN) dan Nilai Tukar Pembudidaya Ikan (NTPi).

Kegiatan ini bukan sekadar mencatat angka. Ini adalah momen untuk mendengar langsung suara para nelayan dan pembudidaya ikan, menyelami realitas kehidupan mereka — dari harga pakan hingga ongkos solar, dari hasil panen hingga kebutuhan rumah tangga.

Tim dari Dinas Perikanan datang tidak hanya membawa kertas dan formulir, tapi juga komitmen: memastikan data yang dikumpulkan akan menjadi dasar kebijakan yang berpihak, program yang menyentuh, dan bantuan yang tepat sasaran.

"Kami tidak ingin sekadar hadir, kami ingin benar-benar mengerti. NTN dan NTPi bukan sekadar angka statistik, tapi cerminan sejauh mana nelayan kita bisa hidup lebih sejahtera," ujar salah satu petugas lapangan.

Para nelayan menyambut hangat, duduk di pelataran rumah, berbagi cerita sambil menunjukkan alat tangkap dan hasil budidaya mereka. Di antara obrolan ringan, tersembunyi data penting: bagaimana kondisi ekonomi mereka, apa yang mereka butuhkan, dan harapan apa yang mereka titipkan pada pemerintah.

Dinas Perikanan Kota Dumai akan terus melakukan survei serupa di wilayah lain, memastikan tidak ada suara nelayan yang luput dari perhatian. Karena bagi kami, nelayan bukan hanya profesi, tapi penjaga kehidupan laut dan kekuatan ekonomi pesisir.